Jumat, 05 Februari 2010

GARUDA MENGELUH

Tak perlu berlebihan merespon kaos dg gambar menyerupai garuda Pancasila,lambang negara kita.Kaos produk georgio armani itu memancing perhatian banyak orang,termasuk politikus dan pejabat.Tapi bereaksi,apalagi mengecam,tanpa didasari argumen kuat justru akan memalukan diri sendiri.menghormati lambang negara jelas perlu tapi tak ada alasan yg membuat kita harus tersengat,bereaksi berlebihan,bahkan naif,terhadapkaos armani.Begitulah bunyi Editorial koran Tempo edisi 27 Januari 10.Mungkin kita memang tak perlu kebakaran jenggot dg adanya kaos tersebut,apalagi jika kita tak punya jenggot.Jadi tenang2 sajalah karna jenggot kita tak akan terbakar.Mungkin pula justru dengan adanya peristiwa tsb kita perlu mawas diri,karena selama ini lambang tsb hanya jadi pajangan dinding dan kita melupakan jiwa dari lambang2 yg ada didalamnya.Ruh atau jiwa yg ada didalam lambang2 tersebutlah yg harusnya kita junjung tinggi2.Jadi bukan hanya menghormati lambang nya tetapi meninggalkan falsafah didalamnya.Tentang lambang garuda alhamdulillah sampai sekarang tetap utuh mulus masih menempel gagah didinding2 perkantoran dan instansi2 pemerintah.Tak ada yg berani mengganti dengan burung beo misalnya.Kalaupun ada yg nekat siap2lah terima resikonya.Sebagai lambang negara-yg didalamnya bukan hanya ada simbol2 dari dasar negara,melainkan satu ideologi,satu filsafat,satu weltanschauung,satu moral,satu tata pergaulan hidup,satu alat pemersatu,satu pedoman praktis dalam bertindak,karena hakekatnya dia intisari dari peradapan Indonesia-tidak cukup hanya dijadikan pajangan semata yg bahkan dibiarkan kusam berdebu.Kita memang seharusnya bangga akan Garuda yg didadanya bertengger kesentausaan yg perwira.Hakekat dari kehidupan yg sempurna.Yg menjadi pertanyaan adalah kenapa dibawah kepak sayap garuda masih sering terjadi anarkhi,korupsi,kekerasan,penyingkiran hukum,ketidak adilan,main sulap,main gebuk,saling pelotot??bukankah itu pertanda masih banyak dari kita yg kurang faham akan simbol2 yg berada didalam negara tsb??ataupun kalau sudah paham,dasarnya kurang menghayati kalau tidak boleh dikatakan kurang akhlak.Sekali lagi yg terpenting dari peristiwa tsb,kita jadi ingat lagi kalau kita punya lambang negara Garuda yg selama ini kita lupakan syukur2 kita menjiwai simbol2 yg berada didada lambang negara tsb.Mungkin tak ada salah nya saya kutip puisi Sosiawan Leak "Malu Sang Garuda"AKU MALU BERKACAK SAYAP DINEGRI BIADABNEGRI YG SUBUR DG KETURUNAN BARBARNEGRI YG MAKMUR DG KAUM PECUNDANGSEBAGAI KETURUNAN PEROMPAK DAN ANAK HARAMSEJAK KEN AROK,GAJAH MADA,HADIWIJAYAHINGGA MERDEKA DARI SAUDARA TUADARAH SELALU TUMPAH MENJADI PUPUK TANAHDalam bait terakhir ditulisAKULAH SANG GARUDAHINGGA KINI TAK PUNYA JIWAKECUALI BADAN DAN DANDANANJADI PAJANGAN,MANGKIR DARI KENYATAAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar