Aku murka melihat wajahmu yg bertopeng
di mimbar yg letih nahan beban sejarah
masalalumu masakinimu dan masadepanmu
berbusa menyamodra berteriak serak
tentang bunga bunga
tentang kicau burung
tentang embun pagi
yg telah lama engkau makan
khalis tanpa bekas
Aku marah melihat mukamu yg bergincu
dengan aspal aspal jalanan
sambil berpetuah tentang bulan purnama
sawah sawah yg menguning
hutan hutan yg rindang
marahku hanya bentur tembok tembok
keserakahan dan kuping kuping yg tersumpal baja
Selasa, 15 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar