Mulutmu penuh ceceran darah
Darah Indonesiaku
Kukumu tajam mencengkeram
setajam cengkeram harimau sumatra
matamu merah saga
menatap penuh angkara
ITU DULU
Mulutmu gemericik kolam susu
dengan bibir tersungging madu
dan mata genitmu menggodaku
merayu bangkitkan birahi nafsu
PEMILU
Kelak akan tinggal gelak
kamu lupa buaian nina bobo
yang buat aku tidur dipangkuanmu
kau jilati lagi ludah ludah yg tumpah
tanpa malu
tanpa ragu
Senin, 29 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar